Monday, 28 January 2013

Hidup Sebagai Anak Terang

Ilustrasi by Go

Bacaan : Roma 6:1-14
"Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?" Roma 6:1-2
Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, manusia dilahirkan sebagai manusia berdosa. Manusia disebut sebagai manusia berdosa bukan karena perbuatannya, tetapi karena memang dilahirkan sebagai manusia berdosa. Sama seperti kucing disebut kucing bukan karena ia bisa mengeong, melainkan karena ia telah dilahirkan sebagai kucing. Justru karena dilahirkan sebagai kucing itulah, maka ia bisa mengeong. Jadi, kecenderungan manusia adalah berbuat dosa dan akibat dosa adalah maut.. Tetapi, kabar gembiranya adalah ada jalan untuk selamat dari maut ! Detailnya dibaca di "A Way for Our Salvation"

Setelah diselamatkan, bisa saja manusia dicobai dan jatuh dalam dosa. Sudah baca "Pencobaan dan Dosa"? Walaupun sudah jatuh dalam dosa, Tuhan mau mengampuni dosa kita jika kita mengaku dosa kita pada Tuhan..
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." I Yohanes 1:9
Tetapi, pengampunan ini bukan alasan untuk kita terus berbuat dosa..
"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." Galatia 5 :13
"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah." I Petrus 2:16
Marilah kita menghargai karya keselamatan yang sudah Tuhan lakukan untuk kita.. Marilah kita hidup sebagai anak-anak terang seperti di Efesus 5:1-21.. Marilah kita mengaku dosa-dosa kita dan minta ampun pada Tuhan.. Bertobat dan hidup untuk memuliakan nama Tuhan dalam setiap aspek hidup kita.. Mari minta Tuhan memampukan kita untuk tidak jatuh dalam dosa lagi dan berkomitmen untuk mengasihi Tuhan lebih lagi dan mengenal Tuhan lebih lagi..

Jesus bless u all :)

Tuesday, 22 January 2013

Pencobaan dan Dosa

Bacaan : Kejadian 4:1 - 26
"Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."" Kejadian 4:6 - 7
Tuhan tetap mengasihi Kain sehingga Tuhan masih mau memperingatkan Kain seperti yang tertulis di Kejadian 4:6-7.. Tuhan tau Kain sedang iri hati karena persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan.. Tetapi Tuhan masih mau peduli dan menanyakan mengapa hati Kain panas dan muka Kain muram.. Kain yang tidak peduli pada Firman Tuhan, langsung bereaksi membunuh Habel, adiknya sendiri..

Seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai cobaan dalam hidup kita.. Mengapa? Hal ini sudah dibahas di "Mengapa Tuhan Ijinkan Pencobaan Ada?" Tentunya kita juga tau bahwa Iblis selalu berusaha untuk menjauhkan manusia dari Allah..
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." I Petrus 5:8
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." Efesus 4:26 - 27
Sebenarnya tahap berbuat dosa atau tidak, salah satu prosesnya bisa digambarkan sebagai berikut :
Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Dicobai (dilukai, difitnah, gagal, dicuekin, dll)
Sebenarnya dicobai ini tidak melulu dari hal negatif seperti dilukai, difitnah, gagal, dicuekin. Tetapi bisa juga dari hal positif seperti dapat banyak berkat sehingga dicobai untuk sombong, meremehkan orang lain, merendahkan orang lain, tidak menghargai orang lain, dan sebagainya. Bisa juga dicobai dari tawaran-tawaran yang menggiurkan untuk berbuat curang, berbohong, tidak berintegritas, melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan.
Misal : Dalam Kejadian 4:1 - 26, Kain dicobai oleh perasaan iri hati karena persembahannya tidak diindahkan Tuhan.
Mengapa? Hal ini sudah dibahas di "Mengapa Tuhan Ijinkan Pencobaan Ada?" 

2. Memikirkan diri sendiri?
Pintu yang pertama setelah masuk di dunia "Dicobai" bernama "Memikirkan Diri Sendiri". Saat kita tidak memikirkan diri sendiri berarti kita peka kalau kita sedang dicobai dan bisa memikirkan apakah yang harus dilakukan ketika dicobai (poin no 1) supaya tidak jatuh  dalam dosa. Saat kita tidak memikirkan diri sendiri berarti kita memikirkan hati Tuhan yaitu supaya tidak menyakiti hati Tuhan. Saat kita tidak memikirkan diri sendiri berarti kita memikirkan Firman Tuhan yang menjaga kita supaya tetap berkelakuan bersih di hadapan Tuhan.
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." Mazmur 119:9
Sudah baca "Hidup Berkemenangan atas Pencobaan"? :)
Kalau dalam skenario Kain, jawaban poin 2 ini adalah Kain memikirkan diri sendiri, ingin persembahannya dihargai, tidak mau ikut bahagia persembahan adiknya diterima Tuhan walaupun itu adiknya sendiri..

3. Ada alarm dari Tuhan
Ketika jawaban dari pertanyaan di poin 2 adalah iya, memikirkan diri sendiri, maka setelah itu akan ada alarm dari Tuhan.. Tuhan sangat mengasihi kita, jadi Tuhan pasti memperingatkan kita sebelum kita jatuh dalam dosa.. Cuma apakah kita peka akan peringatan dari Tuhan itu atau tidak..
Tuhan sudah memperingatkan Kain seperti di Kejadian 4:6-7 di atas..

4. Taat pada Tuhan?
Nah, setelah ada peringatan dari Tuhan, pilihan kitalah yang menentukan apakah kita mau taat pada Tuhan atau tidak.. Jika kita taat pada Tuhan, maka kita tidak sampai berbuat dosa.. Jika kita tidak taat maka jatuhlah kita dalam dosa..


Semoga kita tidak memikirkan diri sendiri dan peka akan kehendak Tuhan dalam hidup kita sehingga bisa tidak berdosa saat dicobai.. Selamat berproses di dalam Tuhan..

Jesus bless you all :)

Thursday, 17 January 2013

Hidup Berkemenangan Atas Pencobaan

Ilustrasi by Go

Ingat ketika Tuhan Yesus selesai berpuasa 40 hari 40 malam? Tuhan Yesus dicobai sebanyak 3 kali oleh Iblis. Semua pencobaan itu mengarah kepada keuntungan diri sendiri. Tuhan Yesus tidak berbuat dosa ketika dicobai karena Tuhan Yesus tidak memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus menang atas pencobaan dengan memegang Firman Tuhan, bahwa yang terpenting bukanlah kepentingan diri sendiri yang terpenuhi tetapi kepentingan Bapa di Sorga yang terpenuhi. Kita simak kejadiaannya berikut ini.

Pencobaan di Padang Gurun (Matius 4:1 - 11)
(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
(2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
(3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
(4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
(5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
(6) lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
(7) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
(8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
(9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
(10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

1. Matius 4:3 adalah pencobaan yang pertama. Pencobaan untuk memikirkan diri sendiri yaitu memuaskan rasa lapar. 
Di Matius 4:4, Tuhan Yesus melawannya dengan Firman Tuhan bahwa manusia hidup bukan hanya dari memenuhi kebutuhan diri sendiri saja (memuaskan rasa lapar) tetapi juga dari menaati Firman Tuhan. Sudah baca "Kenapa sih Kita Hidup?" ? :)
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN." Ulangan 8:2 - 3
"Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?" Yehezkiel 33:11

2. Matius 4:6 adalah pencobaan yang kedua. Pencobaan untuk memikirkan diri sendiri yaitu apakah benar akan ditolong ketika menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah? 
Tuhan Yesus melawannya dengan Firman Tuhan bahwa kita tidak boleh mencobai Tuhan Allah.. Sengaja menjatuhkan diri sama dengan mencobai Tuhan Allah, meragukan Tuhan Allah..
"Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa." Ulangan 6:16

Di Masa, Bangsa Israel meragukan adanya Tuhan ada atau tidak hanya karena mereka kehausan dan minta air sebagai bukti adanya Tuhan.. Bangsa Israel hanya memikirkan dirinya sendiri yang kehausan dan melupakan Tuhan yang telah menolong mereka.. Bisa dibaca di Keluaran 17:1 - 7.. Siapa yang melepaskan mereka dari Bangsa Mesir? Siapa yang membelah Laut supaya Bangsa Israel bisa selamat dari pengejaran Bangsa Mesir? Bukankah Tuhan Allah? Masihkah kita menuntut bukti adanya Tuhan hanya karena beberapa masalah dan melupakan begitu banyak pertolongan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita?
@inspiratorwords : Only because 10% of ur life is mess,u complain about ur life?Look that 90% of ur life is a good life.Having life is the most precious indeed


3. Matius 4:9 adalah pencobaan yang ketiga. Pencobaan untuk memikirkan diri sendiri yaitu kekuasaan dan kekayaan untuk diri sendiri.. 
Tuhan Yesus melawannya dengan Firman Tuhan bahwa kita harus menyembah dan berbakti hanya kepada Tuhan Allah saja..
"Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah." Ulangan 6:13
Seringkali kita mengorbankan waktu-waktu penyembahan kita kepada Tuhan hanya untuk mencari kekuasaan, kekayaan, kepuasan diri sendiri.. Padahal, yang terpenting adalah waktu-waktu penyembahan kepada Tuhan, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita.. Sudah baca "Double Blessings"? :)


Masihkah kita hidup dengan memikirkan hal-hal yang menguntungkan diri sendiri saja? Hidup di dunia ini hanya sementara saja.. Fokuskan hidup kita hanya untuk menggenapi tujuan Allah di dalam hidup kita dan biarlah kita berkemenangan atas setiap pencobaan dengan Firman Tuhan yang kita renungkan siang dan malam dan Roh Kudus yang memampukan kita..

Jesus bless u all (^o^)/

"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." I Yohanes 2:15 - 17