Saturday, 13 December 2014

Sisi Lain dari Sebuah Kasih



"Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek." Yohanes 9:1-7

Tentu dari kita yang suka membaca Firman Tuhan, pasti tahu kisah ini.. Ya, kisah "Orang yang Buta Sejak Lahirnya" di Yohanes 9. Sekali lagi, cerita ini membawa pemahaman yang lebih dari arti sebuah kasih.  Kok bisa?

Siapapun di dunia ini tentu punya pergumulan dan masalah. Setiap masalah bisa dikategorikan dengan 3 level kesulitan, seperti yang biasa ada dalam suatu game, yaitu easy (mudah), medium (sedang), hard (susah). Dan semua pasti setuju dengan saya bahwa orang yang buta sejak lahir ini mengalami kesulitan level hard (susah).

Saya pun pernah mengalami kesulitan level hard dalam pekerjaan. Sudah 2 bulan saya berusaha mencari jalan keluar, tetapi saya tidak menemukannya. Saya "buta", tidak bisa melihat titik terang dari permasalahan itu. Berat? Ya, sangat berat, ditambah dengan diberi waktu yang tidak lama untuk dapat menyelesaikannya.

Apakah Allah tidak mengasihi orang yang buta sejak lahirnya ini? Atau apakah Allah tidak mengasihiku sampai membiarkan aku ada dalam masalah yang berat ini?
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." I Yohanes 4:10
Percayalah bahwa Allah begitu mengasihi, bahkan Allah mengutus AnakNya yang tunggal sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Baca "Be Saved" dan "A Way for Our Salvation"
Jadi, kalau Allah mau menyelamatkan kita, apakah kita patut menyalahkan Tuhan tidak mengasihi kita sampai membiarkan kita ada dalam masalah?
"Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Yohanes 9:3
Salah satu alasan masalah ada adalah untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita. Jika itu memang benar, betapa jahatnya Tuhan membiarkan anakNya menderita hanya untuk menyatakan kemuliaanNya? Tentu saja tidak!
"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" Mazmur 34:19
Tiga hal penting yang bisa dipelajari :
1. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga hidup kita ini tidak mudah. 
Tanpa ada masalah, kita tidak mungkin jadi orang yang seperti kita saat ini kan?!
Dari masalah itu, kita bisa belajar bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong kita. Kita tidak akan mampu mencari jalan keluar sendiri, bahkan kita tidak dapat mengandalkan orang lain. Hanya Tuhan satu-satunya jawaban dalam hidup kita. Dari masalah itu, kita dibentuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, kita tidak pernah tahu dia menjadi orang yang seperti apa. Tetapi, dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku banyak dibentuk menjadi seorang yang sabar, tekun, kuat, dan meningkatkan imanku untuk mengandalkan Tuhan saja.

Selama 8 minggu kemarin, saya mengikuti khotbah di gereja tentang Daud "Menuju Tahta". Banyak proses yang harus dilewati Daud :
1. Tidak dianggap penting oleh keluarganya
2. Menghadapi raksasa Goliat
3. Dimusuhi Saul, bahkan dikejar-kejar untuk dibunuh
4. Kelaparan padahal menantu raja, terpaksa berpura-pura gila di depan musuh padahal telah menjadi pahlawan bagi bangsanya, berbohong padahal pemazmur yang diurapi, sendirian padahal pemimpin pasukan, bangkrut padahal sudah diurapi jadi raja, ketakutan padahal sudah membunuh raksasa,
5. Didatangi ratusan orang yang bermasalah, seluruh keluarga jadi buronan, dikhianati oleh kota yang sudah dia tolong
6. Ujian dalam kesempatan bisa membunuh Saul, bahkan sampai 2 kali
7. Bertemu dengan Nabal yang menyakiti hatinya
8. Harus jadi hamba musuh, kotanya dimusnahkan, anak istri diculik, anak buah memberontak
Tanpa proses-proses ini Daud tidak mungkin bisa menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan.

2. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga Tuhan akan melepaskan kita dari masalah pada waktuNya
Setelah kita belajar dan mempraktekkan iman melalui doa-doa kita untuk meminta pertolongan Tuhan, Tuhan dengan sangat senang akan membuka jalan bagi kita, bahkan membuat jalan yang baru untuk kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, Tuhan akhirnya menyembuhkan orang itu sehingga ia akhirnya dapat melihat.
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, Tuhan akhirnya memberikan hikmat di luar pemikiranku sehingga akhirnya saat ini masalahku itu pun terselesaikan dengan baik.
Saat proses-proses Tuhan selesai, janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Seperti kisah Daud yang akhirnya jadi raja dan Tuhan sendiri yang membereskan semua masalah Daud.
"Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya." Mazmur 91:15
3. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga kita diberi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan melalui hidup kita
Tanpa ada masalah, kita tidak akan pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan. Kalau kita tidak pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan, maka kita tidak akan pernah bisa bersaksi tentang kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, dia bersaksi kepada orang-orang yang menanyai dia tentang kesembuhannya.
"Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."" Yohanes 9:33
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku bersyukur dapat bersaksi kepada teman kerja, pimpinan di kantor, dan terutama kepada kalian semua.


Tuhan memberikan kasih karunia pada kita bukan dari hal yang baik saja, tetapi juga dari setiap proses yang harus kita alami.
"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah." I Petrus 2:20
Jadi, teringat kisah Maria, Ibu Tuhan Yesus :)
"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."" Lukas 1:28
Hanya oleh kasih karunia, Maria terpilih untuk menjadi Ibu dari kelahiran Juruslamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Bukankah ini berkat? Tetapi, Maria harus menanggung kemungkinan hancurnya rencana pernikahannya dan reputasinya.
"Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." Lukas 1:38
Ya, Maria percaya 100% pada Tuhan. Maria mengerti bahwa Tuhan berdaulat atas hidupnya. Apapun yang Maria alami semua hanya untuk menggenapi rencana Tuhan. 

Nah, bagaimana kita bisa melewati proses-proses dalam hidup kita? Berikut sedikit rangkuman apa yang aku dapat dari khotbah di gereja tentang Daud yang bisa kita terapkan juga dan apa yang sudah aku pelajari :)
1. Fokus pada Tuhan
Kita harus mengontrol pikiran kita untuk fokus pada Tuhan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi. Kalau perlu, ucapkan Firman Tuhan yang pastinya akan menguatkan kita.
"Luke 1 :37 - For with God nothing is ever impossible and no word from God shall be without power or impossible of fulfillment."
Saat kita fokus pada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan berdaulat pada hidup kita. Kita percaya Tuhan tidak meninggalkan kita di saat yang terberat sekalipun. Kita percaya bahwa semua yang Tuhan ijinkan terjadi adalah yang terbaik bagi kita.
Saat kita fokus pada Tuhan, kita sadar bahwa kita perlu Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti bertindak untuk kemuliaan namaNya.

2. Belajar untuk memaknai setiap proses
Daud memaknai setiap proses. Kalau Daud pernah melihat Tuhan menolongnya dalam menghadapi singa dan beruang, Daud dapat percaya Tuhan yang sama akan menolongnya melawan Goliat.
"Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."" I Samuel 17:37
Setiap masalah akan membuat kita semakin siap untuk menghadapi masalah yang lebih besar, semakin siap untuk menyaksikan mujizat Tuhan yang semakin besar melalui masalah-masalah kita, semakin kuat dalam melalui berbagai tantangan.
Di dalam Tuhan tidak ada pergumulan yang sia-sia.

3. Tetap melakukan bagian kita 
Saat proses itu datang, bukan berarti kita hanya berserah dan tidak melakukan apa-apa. Daud tetap melakukan bagiannya, menggunakan batu dan umbannya dan bertindak. Tuhan yang membuat Daud berhasil tetapi itu tidak akan terjadi jika Daud hanya diam saja. Apapun masalah kita, lakukan bagian kita.  Harus berhikmat ya. Rencana Allah tidak digenapi dengan melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebenaran Allah.
Dalam masalah yang saya telah ceritakan tadi, saya berdoa dan terus mencoba berbagai cara yang disarankan di internet. Dan saat itu Tuhan memberi hikmat di tengah-tengah usaha dalam mencari jalan keluar.

4. Menundukkan diri pada Kedaulatan Tuhan    
Akui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Apapun proses yang harus kita alami, Tuhan berhak untuk mengijinkan itu terjadi untuk menggenapi rencanaNya. Saat kita bisa menundukkan diri pada kedaulatan Tuhan, kita bisa menerima apapun yang Tuhan berikan dalam hidup kita dan tetap memuliakan Tuhan.
"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Ayub 2:10
Tunduklah pada Tuhan dan juga setiap otoritas di atas kita seperti pemimpin, orang tua, suami kita.
"Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh." I Petrus 2:13-15
"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis." I Petrus 2:18
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu." Efesus 5:22-24
 5. Bertekun
Mari kita menjalani proses-proses dalam hidup kita dengan tekun seperti Daud. Daud tidak pernah menyerah dan tetap percaya bahwa akhir dari setiap prosesnya adalah menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan. Daud taat pada setiap proses, peka terhadap setiap peringatan Tuhan, dan tetap berpegang pada Tuhan. Seperti ulat yang ingin menjadi kupu-kupu, ia harus tekun menjalani proses kepompong yang berlangsung 14-16 hari (Sumber). Jika ulat itu tidak tahan akan prosesnya dan menyerah, maka ia tidak bisa menjadi kupu-kupu yang sempurna.
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." Ibrani 10:36
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" Roma 12:12
 "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan." Yakobus 5:11

Memang tidak mudah menerima kasih yang semacam ini bukan? Kasih Allah tidak hanya dinyatakan melalui hal-hal yang baik yang terjadi dalam hidup kita, bahkan dalam hal-hal yang terberat pun kasih Allah ada untuk kita. Percayalah bahwa Allah sangat mengasihi kalian semua dan masalah-masalahmu akan Tuhan selesaikan tepat pada waktuNya. Saat itu terjadi, jangan lupa untuk bersyukur dan bersaksi menyatakan kemuliaan Tuhan dalam hidupmu. Jadi, mari kita berserah pada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita. Kita ada karena Tuhan dan untuk Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
"God's wisdom is something mysterious that goes deep into the interior of his purposes. You don't find it lying around on the surface. It's not the latest message, but more like the oldest - what God determined as the way to bring out his best in us, long before we ever arrived on the scene. 8 The experts of our day haven't a clue about what this eternal plan is. If they had, they wouldn't have killed the Master of the God-designed life on a cross. 9 That's why we have this Scripture text: No one's ever seen or heard anything like this, Never so much as imagined anything quite like it - What God has arranged for those who love him." 1 Corinthians 2:7-9

No comments:

Post a Comment