Showing posts with label kasih. Show all posts
Showing posts with label kasih. Show all posts

Saturday, 24 October 2015

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat


#BacaSek #Yesaya 54-57

"Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya." Yesaya 55:7 

Tidak ada kata terlambat untuk bertobat selama kita masih hidup. Tuhan menantikan kita untuk kembali mendekat kepadaNya. Apapun kesalahan kita, jika kita mau mengakuinya di hadapan Tuhan dan bertobat, Tuhan akan mengampuni kita dan memulihkan keadaan kita. Tuhan selalu mau menerimamu kembali kepadaNya. Ia mengasihimu dengan kasih yang kekal. Kasih Tuhan kepadamu tidak pernah berubah sampai selama-lamanya. Kembalilah kepada Tuhan. Carilah Tuhan dan bertobatlah sekarang.
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9

#quote #inspirasi #inspiratorwords #worldinspirator#pelajaran #terinspirasi oleh #Yesaya 55 #bacasek @impactorsmdc #mdcsby #loveGodimpactothers

Monday, 20 July 2015

Yang Terbaik Untuk Tuhan


#BacaSek #1Tawarikh 17-20


Daud menginginkan tabut perjanjian Tuhan ada di tempat yang lebih baik dari tempat tinggalnya. Daud menginginkan yang terbaik bagi Tuhan. Daud melakukan semua itu bukan supaya mendapat berkat, tetapi karena ia mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatannya.

Apakah kamu mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatanmu? Sudahkah kamu memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk Tuhan?


"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." Markus 12:30 


#quote #inspirasi #motivasi #inspiratorwords#worldinspirator #pesan #kehidupan #pelajaran#terinspirasi oleh #1Tawarikh 17 #bacasek @impactorsmdc #masadepancerah #mdcsby#berdampak #refleksi #renungan#loveGodimpactothers #kasih #terbaik

Sunday, 28 June 2015

Tuhan Tidak Pernah Menyerah Terhadap Kita


#BacaSek #1Rajaraja 6-7

Pembangunan rumah bagi Tuhan tentu tidak mudah. Proses pembangunan itu memakan waktu tujuh tahun. Sebagai manusia, tentu saja ada saat-saat di mana kelelahan dan kekuatiran ada do tengah-tengah pembangunan itu. Tetapi, Tuhan peduli dan menguatkan Salomo.

1 Raja-raja 6:11-13 "Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Salomo, demikian: "Mengenai rumah yang sedang kaudirikan ini, jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud, ayahmu, yakni bahwa Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel."

Di dalam proses kehidupan, tentu ada saat-saat di mana kita lelah dan kuatir akan hidup ini. Tetapi, Tuhan tidak pernah lelah menunjukkan kasihNya, kehadiranNya, dan ketetapanNya. Asalkan kita mengikuti ketetapan Tuhan, janji-janji Tuhan akan digenapi di dalam hidup kita. Tuhan tidak akan meninggalkan kita dan selalu menguatkan kita karena Tuhan sangat mengasihi kita.

"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." Yohanes 14:26 


#quote #inspirasi #motivasi #inspiratorwords#worldinspirator #pesan #kehidupan #pelajaran#terinspirasi oleh #1RajaRaja 6 #bacasek @impactorsmdc #masadepancerah #mdcsby#berdampak #refleksi #renungan#loveGodimpactothers

Monday, 22 June 2015

Kasih Ayah Sejati


#BacaSek #2Samuel 16-18

Sekalipun Absalom ingin membunuh Daud, tetapi Daud tidak membenci Absalom karena Absalom adalah anaknya. Daud tetap mengasihi Absalom dan menangisi kematian anaknya itu.

Status ayah dan anak tidak akan berubah selamanya. Apapun yang terjadi, Daud tetap ayah Absalom. Apapun yang dilakukan Absalom, Absalom tetap anak Daud. Kasih seorang ayah sejati tidak pudar karena kesalahan anaknya.

Yohanes 1:12 berkata "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;"

Kita adalah anak-anak Allah. Apapun kesalahan yang kita buat, Allah Bapa kita mengasihi kita dan mau mengampuni kita. Allah Bapa kita menantikan kita berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat dan kembali mendekat kepadaNya. Allah Bapa kita mendidik kita dalam kebenaran FirmanNya supaya kita memiliki hidup yang lebih baik. Allah Bapa kita mengorbankan segalanya untuk kita. Ia mencukupkan keperluan kita, memelihara kita, menuntun kita, melindungi kita, dan menolong kita tepat pada waktunya.

Bersyukurlah dan berterimakasihlah kepada Allah Bapa kita. Bersyukurlah dan berterimakasihlah kepada ayah kita di dunia ini. Tunjukkan dan katakan cintamu kepada mereka. Selamat hari ayah.

"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 8:38-39 

#quote #inspirasi #motivasi #inspiratorwords #worldinspirator #pesan #kehidupan #pelajaran #terinspirasi oleh #2Samuel 18 #bacasek @impactorsmdc #masadepancerah #mdcsby #berdampak #refleksi #renungan #loveGodimpactothers #hariayah #kasih #ayah

Sunday, 5 April 2015

So What's Next?


"Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."" Yehezkiel 37:9
Suatu kali saya makan bersama teman sesudah mengikuti ibadah gereja. Sambil menikmati makanan yang lezat, kami mengobrol banyak hal. Waktu itu, saya ingat saya sempat mengucapkan kalimat, "Tuhan itu luar biasa ya.. Bagaimana mungkin Tuhan masih mengasihi manusia padahal manusia sudah rusak karena dosa dan menyakiti hati Tuhan? Mengapa Tuhan tidak musnahkan saja seluruh manusia yang jahat ini?"

Tentu tidak kebetulan, setelah itu, kami pun menonton film "Kingsman : The Secret Service" yang menurut banyak teman saya bagus dan rating IMDb pun 8.2 dari 10. Film ini bercerita tentang seorang kaya raya, bernama Richmond Valentine, yang ingin membantu untuk mengurangi populasi penduduk dunia. Menurutnya, manusia itu seperti virus. Pemanasan global itu seperti penyakit flu yang menyerang bumi karena virus dari manusia.

Pemikiran Valentine ini berbeda sekali dengan pemikiran Tuhan di Yehezkiel 37:9 di atas. Valentine ingin memusnahkan manusia yang hanya menyebabkan masalah di bumi ini. Sedangkan Tuhan malah menghidupkan kembali tulang-tulang kering untuk menjadi manusia. Saya teringat dengan Yohanes 3:16 yang sudah banyak di antara kita yang tahu, bahkan hafal ayat ini.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16
Sebuah kasih yang sejati ini ditunjukkan Tuhan bagi kita, manusia yang sebenarnya layak untuk dibinasakan karena perbuatan dosa kita.Walaupun kita sudah rusak oleh dosa, Tuhan mau menebus kita dengan darah AnakNya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, supaya dosa kita dihapuskan dan kita dihidupkan (dilahirkan) kembali di dalam Tuhan.
"Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." Yesaya 1:18
Sudahkah kita menyadari betapa besar kasih Tuhan bagi kita? Tidak seorangpun di dunia ini yang mengasihi kita seperti Tuhan mengasihi kita. Setelah kita menerima nafas hidup yang baru dari Tuhan, so what's next? Marilah kita semua, yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tidak menyia-nyiakan kasih karunia yang Tuhan berikan bagi kita ini. Lalu, bagaimana cara supaya kita tidak menyia-nyiakan hidup yang sudah Tuhan hidupkan kembali di dalam diri kita? Ada 3 cara yang saya tulis kembali di sini dari artikel yang pernah saya buat di http://inspiratorwords.blogspot.com/2012/12/kenapa-sih-kita-hidup.html

1. Hidup untuk Kristus
"Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." 2 Korintus 5:15
Sebelum mengenal Kristus, kita hidup hanya untuk diri kita sendiri. Setiap manusia sudah berdosa dari sejak lahir karena itu kecenderungannya hanyalah memikirkan kepentingannya sendiri (http://inspiratorwords.blogspot.com/2012/12/a-way-for-our-salvation.html). Supaya kita bisa hidup untuk Kristus, kita perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Mengarahkan fokus kita kepada Kristus.
b. Tidak pernah puas hanya sekedar tahu tentang Kristus, tetapi kita memiliki kerinduan dan mengusahakan untuk mengenal Kristus lebih dan lebih lagi.
c. Menyediakan waktu untuk bersekutu bersama Kristus.

2. Hidup untuk Melakukan Pekerjaan Baik yang telah Ditentukan Allah
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Efesus 2:10
Tuhan sudah mempersiapkan kita untuk melakukan pekerjaan baik di dunia ini. Masing-masing manusia dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan baik yang berbeda satu sama lain. Kita diciptakan dengan tujuan yang khusus dari Tuhan. Dalam hal melakukan pekerjaan yang baik ini, kita tidak melakukan apa yang tidak kita bisa. Tetapi, tentu saja Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan talenta (bakat), minat, dan apa yang kita sukai supaya kita bisa melakukan pekerjaan yang baik sesuai dengan rencana Tuhan di dalam hidup kita. Saya diberi minat oleh Tuhan untuk menulis. Kalian bisa membaca tulisan saya di http://inspiratorwords.blogspot.com/, like page facebook saya http://www.facebook.com/inspiratorwords, follow twitter saya @inspiratorwords, atau instagram saya @inspiratorwords. hehehe..o(^-^)o Saya berdoa agar setiap tulisan, kata-kata, dan gambar yang saya share bisa menginspirasi banyak orang dan memberkati banyak orang.

3. Hidup untuk Mengasihi
"dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." Efesus 5:2
Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi kita. Sudah saatnya kita juga membalas kasih Tuhan dengan mengasihi Tuhan dan sesama. Kasih yang kita terima dari Tuhan itulah yang akan dapat kita salurkan untuk memberikan kasih pada Tuhan dan sesama. Bahkan hukum untuk mengasihi ini adalah yang terutama dalam hukum taurat.
""Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."" Matius 22:36-40
Mari kita menghidupi hidup baru dari nafas hidup yang telah Tuhan berikan untuk kita. Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati.

Saturday, 13 December 2014

Sisi Lain dari Sebuah Kasih



"Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek." Yohanes 9:1-7

Tentu dari kita yang suka membaca Firman Tuhan, pasti tahu kisah ini.. Ya, kisah "Orang yang Buta Sejak Lahirnya" di Yohanes 9. Sekali lagi, cerita ini membawa pemahaman yang lebih dari arti sebuah kasih.  Kok bisa?

Siapapun di dunia ini tentu punya pergumulan dan masalah. Setiap masalah bisa dikategorikan dengan 3 level kesulitan, seperti yang biasa ada dalam suatu game, yaitu easy (mudah), medium (sedang), hard (susah). Dan semua pasti setuju dengan saya bahwa orang yang buta sejak lahir ini mengalami kesulitan level hard (susah).

Saya pun pernah mengalami kesulitan level hard dalam pekerjaan. Sudah 2 bulan saya berusaha mencari jalan keluar, tetapi saya tidak menemukannya. Saya "buta", tidak bisa melihat titik terang dari permasalahan itu. Berat? Ya, sangat berat, ditambah dengan diberi waktu yang tidak lama untuk dapat menyelesaikannya.

Apakah Allah tidak mengasihi orang yang buta sejak lahirnya ini? Atau apakah Allah tidak mengasihiku sampai membiarkan aku ada dalam masalah yang berat ini?
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." I Yohanes 4:10
Percayalah bahwa Allah begitu mengasihi, bahkan Allah mengutus AnakNya yang tunggal sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Baca "Be Saved" dan "A Way for Our Salvation"
Jadi, kalau Allah mau menyelamatkan kita, apakah kita patut menyalahkan Tuhan tidak mengasihi kita sampai membiarkan kita ada dalam masalah?
"Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Yohanes 9:3
Salah satu alasan masalah ada adalah untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita. Jika itu memang benar, betapa jahatnya Tuhan membiarkan anakNya menderita hanya untuk menyatakan kemuliaanNya? Tentu saja tidak!
"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" Mazmur 34:19
Tiga hal penting yang bisa dipelajari :
1. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga hidup kita ini tidak mudah. 
Tanpa ada masalah, kita tidak mungkin jadi orang yang seperti kita saat ini kan?!
Dari masalah itu, kita bisa belajar bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong kita. Kita tidak akan mampu mencari jalan keluar sendiri, bahkan kita tidak dapat mengandalkan orang lain. Hanya Tuhan satu-satunya jawaban dalam hidup kita. Dari masalah itu, kita dibentuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, kita tidak pernah tahu dia menjadi orang yang seperti apa. Tetapi, dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku banyak dibentuk menjadi seorang yang sabar, tekun, kuat, dan meningkatkan imanku untuk mengandalkan Tuhan saja.

Selama 8 minggu kemarin, saya mengikuti khotbah di gereja tentang Daud "Menuju Tahta". Banyak proses yang harus dilewati Daud :
1. Tidak dianggap penting oleh keluarganya
2. Menghadapi raksasa Goliat
3. Dimusuhi Saul, bahkan dikejar-kejar untuk dibunuh
4. Kelaparan padahal menantu raja, terpaksa berpura-pura gila di depan musuh padahal telah menjadi pahlawan bagi bangsanya, berbohong padahal pemazmur yang diurapi, sendirian padahal pemimpin pasukan, bangkrut padahal sudah diurapi jadi raja, ketakutan padahal sudah membunuh raksasa,
5. Didatangi ratusan orang yang bermasalah, seluruh keluarga jadi buronan, dikhianati oleh kota yang sudah dia tolong
6. Ujian dalam kesempatan bisa membunuh Saul, bahkan sampai 2 kali
7. Bertemu dengan Nabal yang menyakiti hatinya
8. Harus jadi hamba musuh, kotanya dimusnahkan, anak istri diculik, anak buah memberontak
Tanpa proses-proses ini Daud tidak mungkin bisa menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan.

2. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga Tuhan akan melepaskan kita dari masalah pada waktuNya
Setelah kita belajar dan mempraktekkan iman melalui doa-doa kita untuk meminta pertolongan Tuhan, Tuhan dengan sangat senang akan membuka jalan bagi kita, bahkan membuat jalan yang baru untuk kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, Tuhan akhirnya menyembuhkan orang itu sehingga ia akhirnya dapat melihat.
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, Tuhan akhirnya memberikan hikmat di luar pemikiranku sehingga akhirnya saat ini masalahku itu pun terselesaikan dengan baik.
Saat proses-proses Tuhan selesai, janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Seperti kisah Daud yang akhirnya jadi raja dan Tuhan sendiri yang membereskan semua masalah Daud.
"Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya." Mazmur 91:15
3. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga kita diberi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan melalui hidup kita
Tanpa ada masalah, kita tidak akan pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan. Kalau kita tidak pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan, maka kita tidak akan pernah bisa bersaksi tentang kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, dia bersaksi kepada orang-orang yang menanyai dia tentang kesembuhannya.
"Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."" Yohanes 9:33
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku bersyukur dapat bersaksi kepada teman kerja, pimpinan di kantor, dan terutama kepada kalian semua.


Tuhan memberikan kasih karunia pada kita bukan dari hal yang baik saja, tetapi juga dari setiap proses yang harus kita alami.
"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah." I Petrus 2:20
Jadi, teringat kisah Maria, Ibu Tuhan Yesus :)
"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."" Lukas 1:28
Hanya oleh kasih karunia, Maria terpilih untuk menjadi Ibu dari kelahiran Juruslamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Bukankah ini berkat? Tetapi, Maria harus menanggung kemungkinan hancurnya rencana pernikahannya dan reputasinya.
"Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." Lukas 1:38
Ya, Maria percaya 100% pada Tuhan. Maria mengerti bahwa Tuhan berdaulat atas hidupnya. Apapun yang Maria alami semua hanya untuk menggenapi rencana Tuhan. 

Nah, bagaimana kita bisa melewati proses-proses dalam hidup kita? Berikut sedikit rangkuman apa yang aku dapat dari khotbah di gereja tentang Daud yang bisa kita terapkan juga dan apa yang sudah aku pelajari :)
1. Fokus pada Tuhan
Kita harus mengontrol pikiran kita untuk fokus pada Tuhan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi. Kalau perlu, ucapkan Firman Tuhan yang pastinya akan menguatkan kita.
"Luke 1 :37 - For with God nothing is ever impossible and no word from God shall be without power or impossible of fulfillment."
Saat kita fokus pada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan berdaulat pada hidup kita. Kita percaya Tuhan tidak meninggalkan kita di saat yang terberat sekalipun. Kita percaya bahwa semua yang Tuhan ijinkan terjadi adalah yang terbaik bagi kita.
Saat kita fokus pada Tuhan, kita sadar bahwa kita perlu Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti bertindak untuk kemuliaan namaNya.

2. Belajar untuk memaknai setiap proses
Daud memaknai setiap proses. Kalau Daud pernah melihat Tuhan menolongnya dalam menghadapi singa dan beruang, Daud dapat percaya Tuhan yang sama akan menolongnya melawan Goliat.
"Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."" I Samuel 17:37
Setiap masalah akan membuat kita semakin siap untuk menghadapi masalah yang lebih besar, semakin siap untuk menyaksikan mujizat Tuhan yang semakin besar melalui masalah-masalah kita, semakin kuat dalam melalui berbagai tantangan.
Di dalam Tuhan tidak ada pergumulan yang sia-sia.

3. Tetap melakukan bagian kita 
Saat proses itu datang, bukan berarti kita hanya berserah dan tidak melakukan apa-apa. Daud tetap melakukan bagiannya, menggunakan batu dan umbannya dan bertindak. Tuhan yang membuat Daud berhasil tetapi itu tidak akan terjadi jika Daud hanya diam saja. Apapun masalah kita, lakukan bagian kita.  Harus berhikmat ya. Rencana Allah tidak digenapi dengan melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebenaran Allah.
Dalam masalah yang saya telah ceritakan tadi, saya berdoa dan terus mencoba berbagai cara yang disarankan di internet. Dan saat itu Tuhan memberi hikmat di tengah-tengah usaha dalam mencari jalan keluar.

4. Menundukkan diri pada Kedaulatan Tuhan    
Akui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Apapun proses yang harus kita alami, Tuhan berhak untuk mengijinkan itu terjadi untuk menggenapi rencanaNya. Saat kita bisa menundukkan diri pada kedaulatan Tuhan, kita bisa menerima apapun yang Tuhan berikan dalam hidup kita dan tetap memuliakan Tuhan.
"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Ayub 2:10
Tunduklah pada Tuhan dan juga setiap otoritas di atas kita seperti pemimpin, orang tua, suami kita.
"Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh." I Petrus 2:13-15
"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis." I Petrus 2:18
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu." Efesus 5:22-24
 5. Bertekun
Mari kita menjalani proses-proses dalam hidup kita dengan tekun seperti Daud. Daud tidak pernah menyerah dan tetap percaya bahwa akhir dari setiap prosesnya adalah menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan. Daud taat pada setiap proses, peka terhadap setiap peringatan Tuhan, dan tetap berpegang pada Tuhan. Seperti ulat yang ingin menjadi kupu-kupu, ia harus tekun menjalani proses kepompong yang berlangsung 14-16 hari (Sumber). Jika ulat itu tidak tahan akan prosesnya dan menyerah, maka ia tidak bisa menjadi kupu-kupu yang sempurna.
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." Ibrani 10:36
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" Roma 12:12
 "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan." Yakobus 5:11

Memang tidak mudah menerima kasih yang semacam ini bukan? Kasih Allah tidak hanya dinyatakan melalui hal-hal yang baik yang terjadi dalam hidup kita, bahkan dalam hal-hal yang terberat pun kasih Allah ada untuk kita. Percayalah bahwa Allah sangat mengasihi kalian semua dan masalah-masalahmu akan Tuhan selesaikan tepat pada waktuNya. Saat itu terjadi, jangan lupa untuk bersyukur dan bersaksi menyatakan kemuliaan Tuhan dalam hidupmu. Jadi, mari kita berserah pada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita. Kita ada karena Tuhan dan untuk Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
"God's wisdom is something mysterious that goes deep into the interior of his purposes. You don't find it lying around on the surface. It's not the latest message, but more like the oldest - what God determined as the way to bring out his best in us, long before we ever arrived on the scene. 8 The experts of our day haven't a clue about what this eternal plan is. If they had, they wouldn't have killed the Master of the God-designed life on a cross. 9 That's why we have this Scripture text: No one's ever seen or heard anything like this, Never so much as imagined anything quite like it - What God has arranged for those who love him." 1 Corinthians 2:7-9

Sunday, 24 August 2014

Chord Gitar Slamanya Kau Tuhan

-True Worshipper-

G                         C     G                          C
Dalam anugrahMu, dalam naunganMu
Am                   G         Am                   D
Kudapat merasakan kemuliaanMu Tuhan
G                              C        G                              C
Kau yang menetapkan, Kau yang mencurahkan
Am                    G          Am                            D
Kuasa dari tahtaMu membangkitkan rohku

       G        D           Em
Slamanya Kau Tuhanku
         C     Am          D
Yang terutama di hidupku
      G       D     Em
Tak akan kulepaskan
                 C         D          G
Pengharapan di dalamMu


Suka sekali dengan lagu ini, baik lirik maupun nadanya.. Bersyukur Tuhan selalu menaungi hidup kita dengan kasih setiaNya..

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" Ratapan 3:22-23
Biarlah kita tidak pernah ragu akan kasih Tuhan dan selalu berharap kepadaNya.. Apapun masalah kita, percayalah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian.. Tuhan pasti menolong kita, bukan karena kita layak untuk ditolong, tetapi karena kasih Tuhan pada kita yang begitu besar dan janji kesetiaan Tuhan kepada kita.. Saya berdoa setiap orang yang menyanyikan lagu ini atau yang memainkan gitar atau yang membaca tulisan ini selalu dikuatkan oleh Tuhan dalam menghadapi apapun di dunia ini.. Tuhan Yesus memberkati :)

Sunday, 31 March 2013

Be Saved



"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Efesus 2:8-9
Setiap manusia perlu untuk diselamatkan. Tetapi, manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Banyak manusia yang berusaha untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan perbuatan mereka, tetapi keselamatan hanya bisa didapatkan dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah yang telah lahir ke dunia untuk menggantikan kita mati atas dosa-dosa kita dan bangkit pada hari yang ketiga sebagai bukti bahwa Ia telah mengalahkan maut akibat dosa-dosa kita.
Yang belum baca "A Way For Our Salvation", silahkan dibaca :)

Video yang aku share di atas sangat memberkati aku.. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia yang berdosa untuk bisa menyelamatkan dirinya.. Seperti terjatuh di lubang yang dalam, apapun yang dilakukan manusia tidak bisa membuatnya keluar dari lubang itu.. Satu-satunya jalan adalah ada orang lain yang mau masuk ke lubang dan membawa manusia yang jatuh di lubang itu keluar..
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16
Manusia sejak lahir adalah manusia berdosa dan pantas untuk binasa dalam kematian kekal di neraka.. Allah itu adil jadi dosa harus dihukum.. Tetapi Allah juga sangat mengasihi manusia sehingga rela AnakNya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus lahir ke dunia untuk mati menanggung dosa manusia.. Tiga hari setelah kematianNya, Ia bangkit mengalahkan maut.. Saat kebangkitanNya adalah kesempurnaan dari karya keselamatan manusia yang dikerjakan oleh Allah.. Allah yang berinisiatif untuk menyelamatkan manusia karena kasihNya yang begitu besar..

Seperti yang dikhotbahkan oleh Pendeta di gerejaku hari ini.. Kebangkitan Kristus membuat setiap orang yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya Allah telah membangkitkan Yesus Kristus akan diselamatkan dan menerima kelahiran baru.. Lahir baru berarti setiap sejarah yang lalu telah dihapuskan.. Kita telah dibenarkan oleh karya keselamatan Yesus Kristus.. Untuk itu, sewajarnya kita tidak berbuat dosa lagi dan mencintai kekudusan..

Kebangkitan Kristus membawa kita diperdamaikan dengan Allah.. Yang membuat kita jauh dari Allah adalah dosa.. Ketika dosa itu dihapuskan, maka kita bisa dekat dan berelasi dengan Allah..
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" Yohanes 1:12
Bahkan kita yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruslamat kita dan percaya dalam namaNya, kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.. Luar biasa.. Dari yang berdosa dan wajib binasa, malah diselamatkan dan bahkan diangkat sebagai anak-anak Allah.. Terima kasih Tuhan Yesus..
"Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Kisah Para Rasul 2:38
Buat apa segala yang dimiliki saat ini di dunia, tetapi akhirnya binasa? Bertobatlah.. Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamatmu.. Percayalah bahwa Yesus Kristus telah bangkit mengalahkan maut... Berilah dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus.. Biarlah hidup lamamu mati dan dikubur seperti ketika diselamkan ke dalam air dan biarlah kamu dibangkitkan dalam hidup yang baru seperti ketika dikeluarkan dari air.. Terimalah karunia Roh Kudus...

Yang terpenting dalam hidup ini adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan, menjalin relasi dengan Tuhan, dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita.. baca lagi "Kenapa sih Kita Hidup?"  dan "Hidup Sebagai Anak Terang"
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 8:31-39
Selamat Paskah.. Jesus bless you all (^o^)/

Saturday, 12 January 2013

Mengapa Tuhan Ijinkan Pencobaan Ada?

Ilustrasi by Go

Bacaan : Kejadian 3:1 - 24

"Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."" Kejadian 2:16 - 17

Waktu aku membaca Kejadian 2:16 - 17 dan Kejadian 3:1 - 24,  aku berpikir, mengapa ada PERINTAH tidak boleh memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Bahkan kata TUHAN Allah, akibatnya adalah mati.. Kalau demikian, mengapa pohon itu ada dan diciptakan? Mengapa tidak dimusnahkan saja? Toh, tidak boleh memakan buahnya?! Mengapa pohon itu harus ada dan akhirnya manusia jatuh dalam dosa akibat memakan buah pohon itu?
Bukankah hal ini artinya memberi kesempatan kepada ular untuk mencobai manusia? Dan ular pun tidak berpikir 2 kali untuk tidak memanfaatkan kesempatan itu..

"Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"" Kejadian 3:1
 "Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."" Kejadian 3:4 - 5
Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah
1. Untuk Menguji Hati Manusia
Setelah semua yang terbaik yang sudah Tuhan berikan kepada manusia di Taman Eden, tentu masuk akal manusia terus bersama dengan Tuhan, menaati Tuhan, mengasihi Tuhan (tampaknya).. Tetapi ketika ada 1 saja perintah larangan, apakah manusia bisa taat? Apakah manusia tetap percaya pada Tuhan saat apa yang dikatakan Tuhan diputarbalikkan dengan iming-iming kebijaksanaan, bahkan menjadi seperti Allah?
Mengapa ujian itu perlu?
A. Ujian itu ada untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana sebenarnya hatinya.. Apakah hati manusia tetap berpaut akan Tuhan saat ada godaan-godaan yang menjauhkannya dari Tuhan?
Kita bisa bilang bahwa Tuhan yang menjadi Raja di hidupku. Tetapi, dengan adanya ujian, kita bisa tahu apakah benar apa yang kita bilang itu? Apakah benar Tuhan yang memerintah di hidup kita? Atau sebenarnya kita yang memerintah dan mengatur hidup kita sendiri?
B. Ujian ada untuk menyadarkan manusia seberapa besarnya kemajuan yang ia alami di dalam Tuhan
Kita bisa bilang bahwa kita mau jadi orang yang lebih sabar tahun ini.. Tetapi, dengan adanya ujian, kita jadi sadar apakah kita sudah jadi orang yang lebih sabar atau tidak..

2. Untuk Menunjukkan Kasih TUHAN kepada Manusia
Kalau manusia berbuat yang menyenangkan hati Tuhan, wajar kalau Tuhan mengasihi manusia.. Tetapi kalau manusia tidak taat? Kalau perbuatan manusia selalu menyakiti hati Tuhan? Walaupun manusia sudah tidak taat, Tuhan tetap mau mengasihi manusia bahkan membuatkan pakaian untuk manusia..
"Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka." Kejadian 3:21
Walaupun Tuhan mengasihi manusia, bukan berarti tidak ada hukuman atas ketidaktaatan..
"Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."" Kejadian 3:16 - 19
Hukuman ada juga karena Tuhan mengasihi manusia yaitu untuk mendidik manusia menjadi lebih baik..
"Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang." Ibrani 12:5 - 8

Hal yang lain adalah Hawa bisa saja segera lari saat ular memutarbalikkan perkataan Tuhan dengan berkata tidak akan mati.. Tetapi saat ada iming-iming yang menguntungkan diri sendiri (bisa menjadi seperti Allah), jadi lupa akan larangan Tuhan dan akhirnya kompromi.. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.. Lalu Hawa mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kita juga bisa belajar dari Kejadian 3:1 - 24 ini bahwa kesempatan untuk dicobai itu selalu ada..
Tetapi, berdoa dan berjaga-jagalah senantiasa.. Saat pencobaan itu datang, jadilah peka, segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan segera mendekat kepada Tuhan.. Jangan malah kompromi dan melupakan Tuhan karena lebih fokus pada keinginan atau keuntungan diri sendiri..

Misalnya : Mau jadi sabar, eh malah dimaki-maki orang atas kesalahan yang ngga kita perbuat.. Jadilah peka bahwa ini adalah ujian untuk jadi lebih sabar.. Segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan artinya segera fokuskan pikiran bahwa Tuhan adalah pembela kita dan hidup kita harus jadi terang (tidak membalas kejahatan dengan kejahatan) lalu jauhkan pikiran dari pemikiran pembelaan diri yang tidak salah atau kesalahan orang lain... dan segera mendekat kepada Tuhan artinya segera berdoa mohon pertolongan Tuhan agar kita dapat menanggungnya dan alihkan pikiran pada hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan..

Kesimpulannya adalah
1. Bersyukurlah dengan adanya pencobaan karena bisa menjadi tolak ukur sejauh mana pembentukan manusia yang lebih berkenan di hadapan Allah terjadi di dalam hidup kita dan menunjukkan kasih Tuhan pada kita
2. Saat pencobaan itu datang, jadilah peka, segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan segera mendekat kepada Tuhan

Jesus bless u all (^o^)/