Showing posts with label bersyukur. Show all posts
Showing posts with label bersyukur. Show all posts

Saturday, 9 January 2016

Lebih Dari yang Kuminta


Kemarin saya didoakan oleh teman saya dalam kelompok sel. Saya hanya memintanya untuk berdoa bagi saya tentang harapan saya dalam pekerjaan. Tapi, dia berdoa untuk saya lebih dari saya memintanya untuk melakukan. Dia berdoa untuk saya tentang suami saya di masa depan. (=^o^=)

Sungguh saya diberkati bisa memiliki teman seperti dia. Tetapi, saya sungguh lebih diberkati bisa memiliki Tuhan seperti Yesus Kristus. Dia sering memberi saya lebih dari yang saya minta. Bahkan Dia telah mengorbankan nyawaNya bagi saya untuk menebus dosa-dosa saya. Dia sungguh mengasihi saya lebih dari yang bisa saya bayangkan. Terima kasih Tuhan Yesus :')

"Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7:9-11 (TB) 

#testimony #cellgroup #joincontact #woodlanders #mdcsby #reflection #inspiration #prayer #bibleverse #drawing #art #painting #sketch #coloring #illustration #givethanks #thanksGod




Monday, 4 January 2016

Surprise Mangga

Pagi ini aku berharap bisa makan buah hari ini. Dan waktu makan siang, temanku memberikan mangga ini secara gratis ^^ Tuhan mengabulkan harapanku hari ini. Jadi, buat apa takut tentang masa depan kalau ada Tuhan yang begitu mengasihiku dan peduli padaku bahkan untuk hal-hal kecil semacam ini. Ini berkatku hari ini. Apa berkatmu hari ini?

 

Bersyukur untuk mangga yang enak ini! Terima kasih Tuhan dan temanku (^o^)v
"Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Allah, sebab Ia mempedulikanmu." 1 Petrus 5:7 (BIS)

#wishisgranted #surprise #forgettotakeaphoto #justdrawit #draw #illustration#amateur #practice #coloring #painting #art #design #creation #sketch#countyourblessings #awesomeGod #blessed #feelingloved #sweetGod#Godcaresforyou #Godlovesyou

Sunday, 20 September 2015

Pujilah Tuhan


#BacaSek #Mazmur 139-144

"Sungguh, orang-orang benar akan memuji nama-Mu, orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu." Mazmur 140:14

Tuhan layak dipuji dan disembah. PerbuatanNya yang ajaib telah nyata di dalam kehidupan kita. Kesetiaan Tuhan terbukti tidak pernah berubah. Ia tidak pernah melupakan kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Pujilah Tuhan dan bersyukurlah kepadaNya. Tinggallah di dalam Tuhan dan tunduklah pada kehendak Tuhan.
"Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita." 1 Yohanes 3:24 

#quote #inspirasi #inspiratorwords #worldinspirator#pelajaran #terinspirasi oleh #Mazmur 140 #bacasek @impactorsmdc #mdcsby#loveGodimpactothers

Monday, 31 August 2015

Datang kepada Allah dengan Iman


#BacaSek #Mazmur 38-42

"Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" Mazmur 42:5-6

Jangan membiarkan badai masalah yang mendatangi kita menyeret kita ke dalam keputusasaan dan membuat kita depresi. Jangan mengandalkan kekuatanmu sendiri. Jangan memikirkan hal-hal yang melemahkan iman. Kuatkan hatimu dan datanglah pada Tuhan. Datanglah pada Tuhan dengan iman bahwa Tuhan adalah penolong dan Allah kita. Datanglah pada Tuhan dengan iman bahwa Tuhan pasti dapat diandalkan dan dipercaya. Datanglah dengan iman bahwa Tuhan sanggup membawa kita berselancar dalam badai. Berharaplah kepada Allah. Dengan iman, bersyukurlah dan bersorak-sorailah bagi Allah yang pasti akan menyelamatkan kita dan memberi kita kelegaan, kedamaian, dan sukacita. Beristirahatlah dalam hadirat Allah dan dapatkan kekuatan yang baru untuk menghadapi apapun yang terjadi.

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Matius 11:28-30 

#quote #inspirasi #inspiratorwords #worldinspirator#pelajaran #terinspirasi oleh #Mazmur 42 dan ps welyar kauntu #bacasek @impactorsmdc #mdcsby#loveGodimpactothers #iman #bersyukur#bersoraksorai

Tuesday, 25 August 2015

Bersyukurlah


#BacaSek #Mazmur 15-18


Apa yang kamu syukuri hari ini? 
Dalam mazmur 18, Daud menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan pada waktu Tuhan telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul.

Daud mengagungkan Tuhan dan mengagumi kekuasaan Tuhan. Daud percaya orang-orang yang berlaku tidak bercela di hadapan Tuhan dan yang menjaga diri terhadap kesalahan akan diselamatkan oleh Tuhan. Tuhan yang memampukan Daud untuk menang terhadap musuh-musuhnya dan orang-orang yang membenci dia. Banyak hal yang sudah Tuhan lakukan yang membuat kita bisa bersyukur kepada Tuhan.

"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." 1 Tawarikh 16:34 
#quote #inspirasi #inspiratorwords #worldinspirator#pelajaran #terinspirasi oleh #Mazmur 18 #bacasek @impactorsmdc #mdcsby #loveGodimpactothers#bersyukur

Sunday, 19 July 2015

Pujilah Tuhan


#BacaSek #1Tawarikh 14-16

Haleluyah! Terpujilah Tuhan! Tuhan Allah kita layak dipuji dan disembah. PerbuatanNya yang besar dan ajaib telah dinyatakan di dalam hidup kita. 

Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita. Ia menolong kita tepat pada waktunya. Ia memelihara kita dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Ia menepati janji-janjiNya. Ia menyelamatkan jiwa kita dan menebus dosa-dosa kita. Ia mengasihi kita dan menjadikan kita anak-anakNya. Ia menghibur, menguatkan, dan memberi kelegaan kepada kita. Ia menyembuhkan kita dari segala penyakit kita. Ia mengajar kita dan mendidik kita. Ia menegur dan mengampuni kita. Ia memampukan kita dan membawa kita dari kemuliaan kepada kemuliaan. Ia menopang kita dan mengangkat kita. Ia membuka jalan bagi kita. Ia membuat jalan bagi kita. Ia melindungi kita dan melepaskan kita dari kesesakan. Ia menuntun kita dan membawa kita kepada terangNya yang ajaib. Ia memberkati kita berlimpah-limpah.

Bersorak-sorailah bagi Tuhan. Mazmurkanlah namaNya. Nyanyikan syukur bagi Tuhan. Tuhan itu baik selamanya. Sungguh besar kasih setia Tuhan selamanya.

"Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita." Mazmur 68:19
#quote #inspirasi #motivasi #inspiratorwords#worldinspirator #pesan #kehidupan #pelajaran#terinspirasi oleh #1Tawarikh 15-16 #bacasek @impactorsmdc #masadepancerah #mdcsby#berdampak #refleksi #renungan#loveGodimpactothers #Tuhanitubaik #pujiTuhan#bersyukur

Wednesday, 24 June 2015

Kuasa Tuhan di dalam Masalah


#BacaSek #2Samuel 21-22

Nyanyian syukur Daud di 2 Samuel 22 tidak akan ada tanpa musuh-musuh Daud dan juga Saul. Daud bisa melihat kuasa Tuhan itu nyata ketika ia ada di dalam kesukaran, masalah, dan kesesakan. Tanpa ada masalah, tidak ada kemenangan.

Dalam lembah kekelaman, Daud melihat Tuhan menjadi bukit batunya, kubu pertahanannya, penyelamatnya, gunung batunya, tempat dia berlindung, perisainya, tanduk keselamatannya, kota bentengnya, tempat pelariannya, juruselamatnya, sandarannya, pelitanya, keberaniannya, tempat pengungsiannya, pengajarnya, penopangnya, kekuatannya, pemeliharanya, hakimnya, dan Tuhannya.

Masalah apa yang sedang kamu hadapi saat ini? Berserulah kepada Tuhan di dalam kesesakanmu seperti Daud. Berteriaklah minta tolong kepada Tuhan. Percayalah kuasa Tuhan akan dinyatakan melalui masalahmu. Saat itu, nyanyikanlah syukur atas keselamatan yang sudah Tuhan berikan dalam hidupmu dan beritakanlah keselamatan yang kamu dapatkan dari Tuhan kepada orang-orang di sekitarmu.

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." 2 Korintus 12:9-10 


#quote #inspirasi #motivasi #inspiratorwords #worldinspirator #pesan #kehidupan#pelajaran #terinspirasi oleh #2Samuel 22 #bacasek @impactorsmdc #masadepancerah#mdcsby #berdampak #refleksi #renungan #loveGodimpactothers #masalah #kuasaTuhan#nyata #bersyukur

Saturday, 13 December 2014

Sisi Lain dari Sebuah Kasih



"Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek." Yohanes 9:1-7

Tentu dari kita yang suka membaca Firman Tuhan, pasti tahu kisah ini.. Ya, kisah "Orang yang Buta Sejak Lahirnya" di Yohanes 9. Sekali lagi, cerita ini membawa pemahaman yang lebih dari arti sebuah kasih.  Kok bisa?

Siapapun di dunia ini tentu punya pergumulan dan masalah. Setiap masalah bisa dikategorikan dengan 3 level kesulitan, seperti yang biasa ada dalam suatu game, yaitu easy (mudah), medium (sedang), hard (susah). Dan semua pasti setuju dengan saya bahwa orang yang buta sejak lahir ini mengalami kesulitan level hard (susah).

Saya pun pernah mengalami kesulitan level hard dalam pekerjaan. Sudah 2 bulan saya berusaha mencari jalan keluar, tetapi saya tidak menemukannya. Saya "buta", tidak bisa melihat titik terang dari permasalahan itu. Berat? Ya, sangat berat, ditambah dengan diberi waktu yang tidak lama untuk dapat menyelesaikannya.

Apakah Allah tidak mengasihi orang yang buta sejak lahirnya ini? Atau apakah Allah tidak mengasihiku sampai membiarkan aku ada dalam masalah yang berat ini?
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." I Yohanes 4:10
Percayalah bahwa Allah begitu mengasihi, bahkan Allah mengutus AnakNya yang tunggal sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Baca "Be Saved" dan "A Way for Our Salvation"
Jadi, kalau Allah mau menyelamatkan kita, apakah kita patut menyalahkan Tuhan tidak mengasihi kita sampai membiarkan kita ada dalam masalah?
"Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Yohanes 9:3
Salah satu alasan masalah ada adalah untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita. Jika itu memang benar, betapa jahatnya Tuhan membiarkan anakNya menderita hanya untuk menyatakan kemuliaanNya? Tentu saja tidak!
"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" Mazmur 34:19
Tiga hal penting yang bisa dipelajari :
1. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga hidup kita ini tidak mudah. 
Tanpa ada masalah, kita tidak mungkin jadi orang yang seperti kita saat ini kan?!
Dari masalah itu, kita bisa belajar bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong kita. Kita tidak akan mampu mencari jalan keluar sendiri, bahkan kita tidak dapat mengandalkan orang lain. Hanya Tuhan satu-satunya jawaban dalam hidup kita. Dari masalah itu, kita dibentuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, kita tidak pernah tahu dia menjadi orang yang seperti apa. Tetapi, dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku banyak dibentuk menjadi seorang yang sabar, tekun, kuat, dan meningkatkan imanku untuk mengandalkan Tuhan saja.

Selama 8 minggu kemarin, saya mengikuti khotbah di gereja tentang Daud "Menuju Tahta". Banyak proses yang harus dilewati Daud :
1. Tidak dianggap penting oleh keluarganya
2. Menghadapi raksasa Goliat
3. Dimusuhi Saul, bahkan dikejar-kejar untuk dibunuh
4. Kelaparan padahal menantu raja, terpaksa berpura-pura gila di depan musuh padahal telah menjadi pahlawan bagi bangsanya, berbohong padahal pemazmur yang diurapi, sendirian padahal pemimpin pasukan, bangkrut padahal sudah diurapi jadi raja, ketakutan padahal sudah membunuh raksasa,
5. Didatangi ratusan orang yang bermasalah, seluruh keluarga jadi buronan, dikhianati oleh kota yang sudah dia tolong
6. Ujian dalam kesempatan bisa membunuh Saul, bahkan sampai 2 kali
7. Bertemu dengan Nabal yang menyakiti hatinya
8. Harus jadi hamba musuh, kotanya dimusnahkan, anak istri diculik, anak buah memberontak
Tanpa proses-proses ini Daud tidak mungkin bisa menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan.

2. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga Tuhan akan melepaskan kita dari masalah pada waktuNya
Setelah kita belajar dan mempraktekkan iman melalui doa-doa kita untuk meminta pertolongan Tuhan, Tuhan dengan sangat senang akan membuka jalan bagi kita, bahkan membuat jalan yang baru untuk kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, Tuhan akhirnya menyembuhkan orang itu sehingga ia akhirnya dapat melihat.
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, Tuhan akhirnya memberikan hikmat di luar pemikiranku sehingga akhirnya saat ini masalahku itu pun terselesaikan dengan baik.
Saat proses-proses Tuhan selesai, janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Seperti kisah Daud yang akhirnya jadi raja dan Tuhan sendiri yang membereskan semua masalah Daud.
"Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya." Mazmur 91:15
3. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga kita diberi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan melalui hidup kita
Tanpa ada masalah, kita tidak akan pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan. Kalau kita tidak pernah mengalami pertolongan dan mujizat Tuhan, maka kita tidak akan pernah bisa bersaksi tentang kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidup kita.
Dari kisah orang yang buta sejak lahirnya, dia bersaksi kepada orang-orang yang menanyai dia tentang kesembuhannya.
"Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."" Yohanes 9:33
Dari kisahku tentang masalah yang kuhadapi dalam pekerjaan, aku bersyukur dapat bersaksi kepada teman kerja, pimpinan di kantor, dan terutama kepada kalian semua.


Tuhan memberikan kasih karunia pada kita bukan dari hal yang baik saja, tetapi juga dari setiap proses yang harus kita alami.
"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah." I Petrus 2:20
Jadi, teringat kisah Maria, Ibu Tuhan Yesus :)
"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."" Lukas 1:28
Hanya oleh kasih karunia, Maria terpilih untuk menjadi Ibu dari kelahiran Juruslamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Bukankah ini berkat? Tetapi, Maria harus menanggung kemungkinan hancurnya rencana pernikahannya dan reputasinya.
"Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia." Lukas 1:38
Ya, Maria percaya 100% pada Tuhan. Maria mengerti bahwa Tuhan berdaulat atas hidupnya. Apapun yang Maria alami semua hanya untuk menggenapi rencana Tuhan. 

Nah, bagaimana kita bisa melewati proses-proses dalam hidup kita? Berikut sedikit rangkuman apa yang aku dapat dari khotbah di gereja tentang Daud yang bisa kita terapkan juga dan apa yang sudah aku pelajari :)
1. Fokus pada Tuhan
Kita harus mengontrol pikiran kita untuk fokus pada Tuhan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi. Kalau perlu, ucapkan Firman Tuhan yang pastinya akan menguatkan kita.
"Luke 1 :37 - For with God nothing is ever impossible and no word from God shall be without power or impossible of fulfillment."
Saat kita fokus pada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan berdaulat pada hidup kita. Kita percaya Tuhan tidak meninggalkan kita di saat yang terberat sekalipun. Kita percaya bahwa semua yang Tuhan ijinkan terjadi adalah yang terbaik bagi kita.
Saat kita fokus pada Tuhan, kita sadar bahwa kita perlu Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti bertindak untuk kemuliaan namaNya.

2. Belajar untuk memaknai setiap proses
Daud memaknai setiap proses. Kalau Daud pernah melihat Tuhan menolongnya dalam menghadapi singa dan beruang, Daud dapat percaya Tuhan yang sama akan menolongnya melawan Goliat.
"Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."" I Samuel 17:37
Setiap masalah akan membuat kita semakin siap untuk menghadapi masalah yang lebih besar, semakin siap untuk menyaksikan mujizat Tuhan yang semakin besar melalui masalah-masalah kita, semakin kuat dalam melalui berbagai tantangan.
Di dalam Tuhan tidak ada pergumulan yang sia-sia.

3. Tetap melakukan bagian kita 
Saat proses itu datang, bukan berarti kita hanya berserah dan tidak melakukan apa-apa. Daud tetap melakukan bagiannya, menggunakan batu dan umbannya dan bertindak. Tuhan yang membuat Daud berhasil tetapi itu tidak akan terjadi jika Daud hanya diam saja. Apapun masalah kita, lakukan bagian kita.  Harus berhikmat ya. Rencana Allah tidak digenapi dengan melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebenaran Allah.
Dalam masalah yang saya telah ceritakan tadi, saya berdoa dan terus mencoba berbagai cara yang disarankan di internet. Dan saat itu Tuhan memberi hikmat di tengah-tengah usaha dalam mencari jalan keluar.

4. Menundukkan diri pada Kedaulatan Tuhan    
Akui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Apapun proses yang harus kita alami, Tuhan berhak untuk mengijinkan itu terjadi untuk menggenapi rencanaNya. Saat kita bisa menundukkan diri pada kedaulatan Tuhan, kita bisa menerima apapun yang Tuhan berikan dalam hidup kita dan tetap memuliakan Tuhan.
"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Ayub 2:10
Tunduklah pada Tuhan dan juga setiap otoritas di atas kita seperti pemimpin, orang tua, suami kita.
"Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh." I Petrus 2:13-15
"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis." I Petrus 2:18
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu." Efesus 5:22-24
 5. Bertekun
Mari kita menjalani proses-proses dalam hidup kita dengan tekun seperti Daud. Daud tidak pernah menyerah dan tetap percaya bahwa akhir dari setiap prosesnya adalah menjadi raja yang berkenan di hati Tuhan. Daud taat pada setiap proses, peka terhadap setiap peringatan Tuhan, dan tetap berpegang pada Tuhan. Seperti ulat yang ingin menjadi kupu-kupu, ia harus tekun menjalani proses kepompong yang berlangsung 14-16 hari (Sumber). Jika ulat itu tidak tahan akan prosesnya dan menyerah, maka ia tidak bisa menjadi kupu-kupu yang sempurna.
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." Ibrani 10:36
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" Roma 12:12
 "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan." Yakobus 5:11

Memang tidak mudah menerima kasih yang semacam ini bukan? Kasih Allah tidak hanya dinyatakan melalui hal-hal yang baik yang terjadi dalam hidup kita, bahkan dalam hal-hal yang terberat pun kasih Allah ada untuk kita. Percayalah bahwa Allah sangat mengasihi kalian semua dan masalah-masalahmu akan Tuhan selesaikan tepat pada waktuNya. Saat itu terjadi, jangan lupa untuk bersyukur dan bersaksi menyatakan kemuliaan Tuhan dalam hidupmu. Jadi, mari kita berserah pada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita. Kita ada karena Tuhan dan untuk Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
"God's wisdom is something mysterious that goes deep into the interior of his purposes. You don't find it lying around on the surface. It's not the latest message, but more like the oldest - what God determined as the way to bring out his best in us, long before we ever arrived on the scene. 8 The experts of our day haven't a clue about what this eternal plan is. If they had, they wouldn't have killed the Master of the God-designed life on a cross. 9 That's why we have this Scripture text: No one's ever seen or heard anything like this, Never so much as imagined anything quite like it - What God has arranged for those who love him." 1 Corinthians 2:7-9

Tuesday, 14 January 2014

Bolehkah Kita Komplain pada Tuhan?


"Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?" Mazmur 13:2-3
Tidak semua hal terjadi sesuai yang kita inginkan.. Tidak semua rencana berjalan seperti yang direncanakan.. Penantian yang tidak kelihatan akhirnya.. Tidak disangka ada di dalam situasi yang tidak diinginkan.. Belum selesai satu masalah, muncul masalah yang lain..

"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan." Bilangan 11:1

Banyak hal yang bisa membuat kita mengeluh.. Daud mengeluh.. Bangsa Israel pun mengeluh..  Apakah kita mengeluh seperti Daud atau seperti Bangsa Israel?
Apakah perbedaan antara komplain Daud dengan Bangsa Israel? Mengapa Tuhan sampai murka karena komplain dari Bangsa Israel?

Mari kita baca kembali Bilangan 11:1 di atas.. Bangsa Israel komplain tentang nasib buruk mereka..
Mereka berfokus pada keinginan diri mereka sendiri.. Mereka ingin semua hal terjadi sesuai dengan yang mereka inginkan.. Mereka ingin semua rencana berjalan seperti yang mereka rencanakan.. Mereka tidak ingin diproses oleh Tuhan.. Mereka ingin hidup nyaman tanpa masalah... Mereka tidak ingin tahu apa sebenarnya tujuan Tuhan membawa mereka di situasi yang sulit.. Mereka hanya melihat situasi yang mereka hadapi sangat sulit dan tidak menginginkannya.. Mereka protes pada Tuhan mengapa nasib mereka buruk? Mereka mengeluh tentang masalah yang seharusnya tidak ingin mereka alami.. Mereka menyalahkan Tuhan....

Mari kita baca kembali Mazmur 13:2-3 di atas.. Daud mengeluh BUKAN tentang nasibnya.. Daud mengeluh BUKAN tentang masalahnya.. Daud mengeluh tentang :
1. Tuhan yang diam dan belum menolong Daud

2. Dirinya yang kuatir dan bersedih sepanjang hari
3. Musuhnya yang meninggikan diri atasnya

Daud tidak berfokus pada keinginannya.. Daud tidak mempermasalahkan situasi sulit yang dia hadapi.. Daud tidak mengeluh mengapa semua hal tidak terjadi sesuai dengan yang dia inginkan.. Daud tidak mengeluh mengapa semua rencana tidak berjalan seperti yang dia rencanakan.. Daud tidak mengeluh hidupnya yang tidak nyaman.. Daud tidak menyalahkan Tuhan..

1. Daud merindukan Tuhan segera menolong dia sehingga dia komplain pada Tuhan "Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku"
Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan kerinduan untuk segera diingat oleh Tuhan dan ditolong oleh Tuhan..
Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud tidak menyalahkan Tuhan yang masih diam dan belum menolongnya..
Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud masih mau sabar menanti pertolongan Tuhan dan hanya bertanya harus sampai kapan penantiannya..
Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa pengharapan Daud hanya pada Tuhan

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud tidak berfokus pada keinginannya supaya masalahnya cepat selesai tetapi mencari tau sampai kapan Tuhan memproses dirinya

2. Daud kuatir dan bersedih sepanjang hari.. Mungkin menurut kita wajar jika kita kuatir dan bersedih karena masalah yang kita hadapi.. Tetapi, bagi Daud, hal ini tidak wajar.. Bagi Daud, tidak seharusnya anak Tuhan kuatir dan bersedih sepanjang hari.. Bagi Daud, seharusnya anak Tuhan selalu bersukacita dan tidak kuatir akan hidupnya.. Karena itulah Daud tidak tahan dengan sikapnya yang menaruh kekuatiran dalam dirinya dan bersedih sepanjang hari.. Daud sadar bahwa dirinya yang salah yang menaruh kekuatiran dalam dirinya.. Daud tidak ingin kuatir terus dan bersedih sepanjang hari hingga ia menanyakan "berapa lama lagi?"


3. Daud tidak ingin musuhnya meninggikan diri atas dirinya.. Bagi Daud, seharusnya anak Tuhan memenangkan pertempuran melawan musuh-musuh (baca: masalah-masalah) sehingga nama Tuhan dimuliakan.. Jangan sampai musuh-musuh yang tidak mengenal Tuhan merasa lebih hebat dari Tuhan karena bisa mengalahkan anak-anak Tuhan..


Apakah kamu sudah menentukan pilihanmu? Apakah kamu mau mengeluh seperti Bangsa Israel atau mengeluh seperti Daud? 

"Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku." Mazmur 13:4-6
Daud pun mengakhiri komplainnya dengan iman kepercayaan pada Tuhan.. Daud masuh mengharapkan jawaban dari Tuhan.. Daud mengharapkan tuntunan dari Tuhan.. Daud mengharapkan walaupun masalah belum selesai, matanya tetap memandang dengan benar kepada Tuhan dan imannya tidak tertidur dan mati.. Daud pun dengan tegas menyatakan imannya bahwa ia percaya kepada kasih dan kesetiaan Tuhan.. Bahkan dengan iman, hatinya bersorak-sorak karena dengan iman ia percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan dia.. Daud pun mau menyanyi untuk Tuhan di tengah kesesakannya karena Tuhan sudah banyak berbuat baik kepada dia..

Berapa banyak pertolongan dan berkat yang sudah Tuhan berikan kepadamu? Apakah kamu bisa mengingatnya dan memuji Tuhan karena perbuatan baik yang sudah Tuhan lakukan kepadamu?

Masalah boleh ada.. Komplain pada Tuhan boleh asal seperti Daud.. Bukan komplain soal masalah.. Bukan berfokus pada keinginan diri sendiri.. Tetapi boleh komplain dengan kerendahan hati menerima proses Tuhan dan diakhiri dengan meminta pertolongan Tuhan untuk menguatkan iman kita dan tetap bersyukur dan memuji Tuhan karena iman bahwa Tuhan telah menyelamatkan dan telah banyak berbuat baik kepada kita..
Ilustrasiku adalah sebagai berikut.. Apakah kita komplain karena masalah kehilangan uang sebesar satu juta rupiah padahal Tuhan sudah memberi kita uang sebesar satu trilliun rupiah?
Mari baca kembali artikel Sing a Gratitude dan Mengapa Harus Senantiasa Bersukacita?

Jesus bless you (^o^)/



Saturday, 12 January 2013

Mengapa Tuhan Ijinkan Pencobaan Ada?

Ilustrasi by Go

Bacaan : Kejadian 3:1 - 24

"Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."" Kejadian 2:16 - 17

Waktu aku membaca Kejadian 2:16 - 17 dan Kejadian 3:1 - 24,  aku berpikir, mengapa ada PERINTAH tidak boleh memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Bahkan kata TUHAN Allah, akibatnya adalah mati.. Kalau demikian, mengapa pohon itu ada dan diciptakan? Mengapa tidak dimusnahkan saja? Toh, tidak boleh memakan buahnya?! Mengapa pohon itu harus ada dan akhirnya manusia jatuh dalam dosa akibat memakan buah pohon itu?
Bukankah hal ini artinya memberi kesempatan kepada ular untuk mencobai manusia? Dan ular pun tidak berpikir 2 kali untuk tidak memanfaatkan kesempatan itu..

"Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"" Kejadian 3:1
 "Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."" Kejadian 3:4 - 5
Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah
1. Untuk Menguji Hati Manusia
Setelah semua yang terbaik yang sudah Tuhan berikan kepada manusia di Taman Eden, tentu masuk akal manusia terus bersama dengan Tuhan, menaati Tuhan, mengasihi Tuhan (tampaknya).. Tetapi ketika ada 1 saja perintah larangan, apakah manusia bisa taat? Apakah manusia tetap percaya pada Tuhan saat apa yang dikatakan Tuhan diputarbalikkan dengan iming-iming kebijaksanaan, bahkan menjadi seperti Allah?
Mengapa ujian itu perlu?
A. Ujian itu ada untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana sebenarnya hatinya.. Apakah hati manusia tetap berpaut akan Tuhan saat ada godaan-godaan yang menjauhkannya dari Tuhan?
Kita bisa bilang bahwa Tuhan yang menjadi Raja di hidupku. Tetapi, dengan adanya ujian, kita bisa tahu apakah benar apa yang kita bilang itu? Apakah benar Tuhan yang memerintah di hidup kita? Atau sebenarnya kita yang memerintah dan mengatur hidup kita sendiri?
B. Ujian ada untuk menyadarkan manusia seberapa besarnya kemajuan yang ia alami di dalam Tuhan
Kita bisa bilang bahwa kita mau jadi orang yang lebih sabar tahun ini.. Tetapi, dengan adanya ujian, kita jadi sadar apakah kita sudah jadi orang yang lebih sabar atau tidak..

2. Untuk Menunjukkan Kasih TUHAN kepada Manusia
Kalau manusia berbuat yang menyenangkan hati Tuhan, wajar kalau Tuhan mengasihi manusia.. Tetapi kalau manusia tidak taat? Kalau perbuatan manusia selalu menyakiti hati Tuhan? Walaupun manusia sudah tidak taat, Tuhan tetap mau mengasihi manusia bahkan membuatkan pakaian untuk manusia..
"Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka." Kejadian 3:21
Walaupun Tuhan mengasihi manusia, bukan berarti tidak ada hukuman atas ketidaktaatan..
"Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."" Kejadian 3:16 - 19
Hukuman ada juga karena Tuhan mengasihi manusia yaitu untuk mendidik manusia menjadi lebih baik..
"Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang." Ibrani 12:5 - 8

Hal yang lain adalah Hawa bisa saja segera lari saat ular memutarbalikkan perkataan Tuhan dengan berkata tidak akan mati.. Tetapi saat ada iming-iming yang menguntungkan diri sendiri (bisa menjadi seperti Allah), jadi lupa akan larangan Tuhan dan akhirnya kompromi.. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.. Lalu Hawa mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kita juga bisa belajar dari Kejadian 3:1 - 24 ini bahwa kesempatan untuk dicobai itu selalu ada..
Tetapi, berdoa dan berjaga-jagalah senantiasa.. Saat pencobaan itu datang, jadilah peka, segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan segera mendekat kepada Tuhan.. Jangan malah kompromi dan melupakan Tuhan karena lebih fokus pada keinginan atau keuntungan diri sendiri..

Misalnya : Mau jadi sabar, eh malah dimaki-maki orang atas kesalahan yang ngga kita perbuat.. Jadilah peka bahwa ini adalah ujian untuk jadi lebih sabar.. Segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan artinya segera fokuskan pikiran bahwa Tuhan adalah pembela kita dan hidup kita harus jadi terang (tidak membalas kejahatan dengan kejahatan) lalu jauhkan pikiran dari pemikiran pembelaan diri yang tidak salah atau kesalahan orang lain... dan segera mendekat kepada Tuhan artinya segera berdoa mohon pertolongan Tuhan agar kita dapat menanggungnya dan alihkan pikiran pada hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan..

Kesimpulannya adalah
1. Bersyukurlah dengan adanya pencobaan karena bisa menjadi tolak ukur sejauh mana pembentukan manusia yang lebih berkenan di hadapan Allah terjadi di dalam hidup kita dan menunjukkan kasih Tuhan pada kita
2. Saat pencobaan itu datang, jadilah peka, segera lari menjauh dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan segera mendekat kepada Tuhan

Jesus bless u all (^o^)/




Wednesday, 14 November 2012

Sing a Gratitude



Bacaan : Mazmur 92:1 - 16

"Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam, dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi." Mazmur 92:2-4
Hal yang paling mudah dilakukan saat keadaan yang ngga enak terjadi menurutku adalah mengeluh.. Begitu keadaan ngga mengenakkan kita, begitu keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita, begitu harapan kita ngga sesuai dengan kenyataan, sepertinya kata-kata keluhan meluncur begitu saja dari mulut.. Biasanya disertai dengan helaan nafas yang panjang dan kata-kata "Adduuuhhhh" "Kok gini sihh" "Haaaaa" paling laris manis dipakai..

Firman Tuhan dari Mazmur 92 ini menegurku yang mudah sekali untuk mengeluh.. Sungguh alangkah baiknya kalo kita menyanyikan syukur kepada Tuhan.. lawannya dari mengeluh itu ya bersyukur.. kalau kamu mengeluh berarti kamu ngga bersyukur.. kalau kamu bersyukur, kamu pasti ngga mengeluh..

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." I Tesalonika 5:18
Bahkan yang namanya bersyukur itu dikatakan dalam I Tesalonika 5:18 (kutipan di atas) adalah dalam segala hal, bukan hanya pada keadaan yang enak tetapi juga keadaan yang ga enak atau keadaan yang ngga kita harapkan terjadi.. Gampang sekali kita bersyukur ketika dapat doorprize, dapat kenaikan gaji, dapat berkat-berkat lain yang menyenangkan.. Tetapi inilah ujiannya.. Apakah kita tetap bisa bersyukur sekalipun keadaan tidak mendukung? Atau justru dengan mudahnya kita mengeluh?

Mengucap syukur dalam keadaan yang ngga enak itu memang ngga gampang tetapi bukan berarti ngga bisa..
"Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai." Mazmur 92:5
Nah ini dia kuncinya.. Mazmur 92:5 mengajarkan kita untuk mengucap syukur bukan karena keadaan yang kita alami tetapi karena perkerjaan Tuhan dalam hidup kita..karena perbuatan tangan Tuhan dalam hidup kita.. Berapa banyak perbuatan Tuhan yang ajaib yang sudah Tuhan lakukan dalam hidupmu? Buat aku, Tuhan sudah banyak banget menolong aku.. aku disembuhkan, sekolahku dicukupkan, dikasih hikmat sampai bisa lulus dengan hasil cumlaude dan aktif berprestasi, diluputkan dari kecelakaan, dan banyak lagi.. Yang terutama adalah Tuhan sudah mau berkorban disiksa dan mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga demi penebusan dosa-dosaku..

Masa karena udara panas aja sudah mengeluh.. Kerjaan banyak dan susah aja sudah mengeluh.. Masalah ngga selesai-selesai bukannya rajin berdoa malah rajin mengeluh..
"Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu." Mazmur 92:6-7
Rencana Tuhan itu sangat dalam dan seringkali kita ngga paham.. Satu hal yang Tuhan bukakan kepadaku adalah situasi yang ngga enak itu sebenarnya untuk kebaikan kita.. Ingat Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." dan juga Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
"Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya." Mazmur 92:8
Bahkan apa yang nampaknya baik saat ini malah akhirnya adalah tidak baik.. Jadi, apa yang saat ini terjadi belum tentu hasil akhirnya juga seperti yang terlihat saat ini.. Yang saat ini keliatan baik bisa akhirnya tidak baik.. Yang saat ini tidak baik, malah akhirnya baik..

Salah satu teman di facebook posting status seperti ini..
"Kita baru mencari Tuhan saat kita dalam kesusahan. Tapi di sisi lain, kita pasti lebih memilih untuk hidup senang daripada susah...... Lalu? #randomthink"
Aku jawab "karna lebih memilih hidup senang, maka mencari Tuhan di saat susah biar senang.. kalo lebih memilih hidup susah, maka mencari Tuhan di saat senang biar susah.. wkakakakka..^^"

Ya begitulah, kalau mau disimpulkan, harapan kita sering ngga terjadi :
1. Supaya kita mencari Tuhan dan sadar bahwa Tuhan satu-satunya penolong kita.
Kalau keadaan selalu baik, mungkin kita ngga pernah mencari Tuhan dan bahkan ngga menyadari Tuhan penolong kita..

2. Supaya kita bisa merasakan kasih dan mujizat Tuhan. 
Kalau keadaan selalu baik, mungkin kita ngga pernah merasakan kasih dan mujizat Tuhan. Kalau ngga ada hujan, mana mungkin bisa lihat pelangi? hehehe

3. Karena kita butuh diproses untuk jadi orang yang lebih baik, lebih sabar, lebih percaya Tuhan, tidak meragukan Tuhan..
"A smooth sea never made a skilled sailor." English Proverbs
4. Untuk meluputkan kita dari hal-hal yang ngga patut kita hadapi..
Kalian lihat posting-an di forum hitorijanai (not alone) tentang "Sometimes We Just Don't Understand" di sini :)

5. Hal yang ngga enak terjadi dalam hidup kita terkadang juga bisa dipakai Tuhan untuk menolong orang lain
Misalnya telat datang ke gereja jam setengah 8 pagi karena telat bangun sehingga harus ke gereja jam 10 dan ternyata setelah gereja jam 10 kita bertemu dengan orang yang bisa kita tolong.. coba kalau datang yang jam setengah 8.. heheheh.. tapi bukan berarti boleh telat ke gereja loh ya.. :p

Yuk sama-sama belajar untuk ngga mengeluh tetapi selalu bersyukur karena Tuhan Yesus sayang kita semua dan semua kejadian yang terjadi di hidup kita pasti untuk kebaikan kita..

Jesus bless u all (^o^)/