Sunday, 6 October 2013

Belajar dari Yosafat, Raja yang Mengandalkan Tuhan

Bacaan : 2 Tawarikh 20:1, 15-22

Ayat bacaan ini adalah ayat dari Santapan Harian hari ini.. Cerita tentang peperangan melawan Moab dan Amon pada intinya ada di ayat 1, 15-22.. Saat itu merupakan pemerintahan Yosafat.. Peperangan melawan Moab dan Amon dimenangkan oleh kubu Yosafat.. Apakah tentara mereka kuat sehingga mereka menang? Apa taktik berperang yang digunakan begitu cerdik mengalahkan musuh? Ternyata TIDAK demikian.. Semua karena Tuhan yang berperang melawan Moab dan Amon untuk Yosafat..
"Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."" II Tawarikh 20:17
Woooow.. Sungguh luar biasa! Tuhan yang berperang melawan musuh Yosafat.. Siapa Yosafat sampai Tuhan mau berperang melawan musuh Yosafat?
1. Yosafat mengikuti Daud dengan menyembah Tuhan, tidak menyembah berhala, dan hidup menurut perintah-perintah Allah
 "Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala." II Tawarikh 17:3 - 6

2. Yosafat mengutus orang untuk mengajarkan Taurat Tuhan pada rakyatnya
"Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat. Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor dan kambing jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor." II Tawarikh 17:7-11

3. Yosafat bertanya kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan dalam hidupnya
"Berkatalah Ahab, raja Israel, kepada Yosafat, raja Yehuda: "Maukah engkau pergi ke Ramot-Gilead bersama-sama aku?" Jawabnya kepadanya: "Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatmu dan rakyatku, aku akan bersama-sama engkau di dalam perang." Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: "Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN.""

4. Yosafat menyuruh rakyatnya untuk berbalik kepada Tuhan, hidup untuk Tuhan, hidup takut akan Tuhan
"Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Ia mengangkat juga hakim-hakim di seluruh negeri, yakni di semua kota yang berkubu di Yehuda, di tiap-tiap kota. Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: "Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk TUHAN, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita."" II Tawarikh 19:4
5. Yosafat memerintahkan untuk bertindak dengan takut akan Tuhan, dengan setia dan tulus hati, dan memerintahkan untuk saling mengingatkan agar tidak berdosa di hadapan Tuhan
"Ia memerintahkan mereka: "Kamu harus bertindak dengan takut akan TUHAN, dengan setia dan dengan tulus hati, demikian: Dalam setiap perkara, yang disampaikan kepada kamu oleh rekan-rekanmu yang tinggal di kota-kota, yakni perkara-perkara mengenai penumpahan darah atau mengenai hukum, perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan hendaklah kamu memperingatkan mereka, supaya mereka jangan bersalah terhadap TUHAN, sehingga murka-Nya menimpa kamu dan rekan-rekanmu. Hendaklah kamu berbuat demikian, dan kamu tidak akan bersalah." II Tawarikh 19:9-10
6. Yosua hanya mengandalkan dan meminta pertolongan dari Tuhan
"Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka: Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya. Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka. Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."" II Tawarikh 20:1-17
7. Yosafat percaya pada janji Tuhan
"Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!"" II Tawarikh 20:20

8. Yosafat percaya dan bersyukur Tuhan sudah memberikan kemenangan walaupun belum menerima kemenangan 
"Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"" II Tawarikh 20:21

Semoga kita bisa belajar 8 hal yang baik dari Yosafat.. Satu hal yang tidak disukai Tuhan dari Yosafat adalah Yosafat mau bersekutu dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya sehingga pekerjaan hasil persekutuan dengan Ahazia digagalkan oleh Tuhan.. Ada saat nya Tuhan menolong kita sehingga berhasil dan ada saatnya Tuhan menggagalkan usaha kita.. Saat Tuhan menggagalkan usaha kita pasti ada alasan yang baik, intropeksi diri dan belajarlah untuk tetap percaya pada Tuhan..
Karena kepercayaan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia..
"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." Roma 5:1-5

Jesus bless u :)

Tuesday, 27 August 2013

Chord Gitar Mengalirlah Kuasa Roh Kudus di Kunci C

Satu lagu lama yang mengandung harapan akan aliran kuasa Roh Kudus berikut ini selalu menyentuh hatiku.. Biarlah hati kita selalu merindukan dan meminta kuasa Roh Kudus bekerja dalam hidup kita dan memperbaharui kita hari demi hari..

Mengalirlah Kuasa Roh Kudus

Do=C

C              Em          Am
Bagaikan tanah kering
F                   Dm       G
yang merindukan air
C        G              Am
Demikianlah jiwaku
F          Dm        G  
Haus akan Engkau

C             G     Am
Kurindu selalu
F              Dm         G
HadirMu di hidupku
C          Em          Am
Memulihkan jiwaku
F               Dm          G
Hapuskan air mataku

C              Am                Dm
Mengalirlah kuasa Roh Kudus
G                               F        C
Mengalirlah di tempat ini
Am                Dm
Mengalirlah oh Roh Kudus
F    G        C
Pulihkanku

Friday, 28 June 2013

Bayang-Bayang Masalah

Ilustasi oleh Ko Andy

Bilangan 14:1-38
"Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."" Bilangan 14:1-4
Pada kisah sebelumnya di Bilangan 13, Musa disuruh Tuhan untuk mengutus 12 orang pengintai ke tanah Kanaan karena mereka akan merebut tanah Kanaan.. Hasilnya..
"Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan." Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."" Bilangan 13:27 - 33
Dari Bilangan 13:27 - 33 di atas, kita bisa tahu mengapa bangsa Israel menangis dan bersungut-sungut seperti yang ada di Bilangan 14:1 - 4..
1. Bangsa Israel hanya melihat dan mendengar masalah yang MUNGKIN akan mereka hadapi
Tuhan memang ingin bangsa Israel untuk merebut tanah Kanaan, tetapi hal itu belum terjadi pada saat itu.. Pada saat itu, Tuhan baru menyuruh untuk mengintai tanah Kanaan.. Jadi, masalah melawan bangsa Kanaan adalah bangsa yang kuat dengan perawakan tinggi itu kan belum terjadi.. eh malah sudah menangis dengan suara nyaring dan bersungut-sungut mau mati saja atau kembali saja ke Mesir menjadi budak.. Tidakkah mereka ingat bahwa di Mesir pun mereka mengeluh karena perbudakan dan mereka berseru-seru pada Tuhan minta tolong?
"Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah." Keluaran 2:23
2. 10 Pengintai mengambil kesimpulan tidak bisa menang atas masalah yang MUNGKIN akan mereka hadapi dan mempengaruhi sebagian besar dari bangsa Israel
Salah satu pernyataan mereka adalah "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Hey, mengapa bisa menyerah sebelum berperang? Mengapa langsung mengambil kesimpulan mereka tidak dapat maju menyerang bangsa Kanaan?

3. Bangsa Israel memilih untuk setuju dan percaya dengan kesimpulan dari 10 Pengintai di poin 2 bahwa mereka tidak mungkin bisa maju menyerang bangsa Kanaan. Padahal, ada 2 Pengintai yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang berpikiran lain :
"Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."" Bilangan 14:6 - 9
Bahkan bangsa Israel mengancam hendak melempari 2 Pengintai ini dengan batu..
"Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel." Bilangan 14:10
Mengapa bangsa Israel lebih percaya kepada 10 pengintai yang menyatakan bahwa musuh lebih kuat dari mereka daripada percaya kepada 2 pengintai yang menyatakan bahwa TUHAN lebih kuat daripada musuh mereka?

Jawabannya karena mereka tidak memiliki iman pada Tuhan.. tidak adanya kepercayaan pada Tuhan, maka mereka pun lebih percaya musuh yang lebih kuat.. Percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita dan sanggup menyelesaikan masalah kita itu membutuhkan iman karena belum terlihat Tuhan menyelesaikan masalah kita.. Jika mau percaya kalau sudah melihat, itu artinya tidak punya iman..

"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Ibrani 11:1
Saat kita mengikut Tuhan Yesus, kita tidak dijanjikan selalu baik-baik tanpa masalah dan penderitaan.. Jadi, tidak heran kalau banyak di antara kita yang pernah mengalami mendapat perintah dari Tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung tetapi faktanya perintah itu menyebabkan kita menghadapi sesuatu yang tidak kita sukai.. Mungkin karena perintah itu kita pikir kita akan harus menghadapi masalah yang tidak kita inginkan.. Mungkin karena perintah itu kita harus meninggalkan zona nyaman kita.. Mungkin karena perintah itu kita pikir kita akan harus menghadapi masalah yang menakutkan...

SADARLAH !!!

1. Tidak perlu mengeluh akan masalah yang belum terjadi.. 
Seringkali kita mengeluh sebelum mencoba untuk berperang menghadapi masalah kita.. Hal yang sering dikeluhkan adalah mengapa harus berperang? mengapa harus menghadapi masalah? mengapa
dan mengapa... Kalau belum terjadi, mengapa harus ditakutkan? Memang kita harus berjaga-jaga dan mempersiapkan hal-hal yang belum yang kemungkinan akan terjadi.. Tetapi jangan sampai kita tidak mau melakukan apa yang Tuhan mau hanya karena kita takut menghadapi hal-hal yang tidak kita sukai yang kemungkinan akan terjadi (atau bahkan belum tentu terjadi)

2. Jangan langsung mengambil kesimpulan tidak bisa sebelum mencoba..
Menyerah saat sudah mencoba tetapi gagal itu normal, tapi kalau belum mencoba sudah menyerah itu yang tidak normal.. Jangan langsung men-judge bahwa kita tidak bisa..
Seorang teman mengatakan kepadaku, "Tidak ada kata tidak bisa, yang ada adalah kata tidak mau"
Jika belum mencoba, kita tidak akan pernah tahu apakah bisa atau tidak bisa.. Jangan sampai hal di poin 2 ini menghambat kesuksesan yang sebenarnya bisa kita raih.. Sayang sekali bukan?

3. Selalu tanamkan ayat ini di dalam hati kita
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Filipi 4:13
Ingat! Kita punya Tuhan Yesus yang adalah Allah di atas segala allah, Raja di atas segala raja, Pencipta langit bumi dan segala isinya.. Tuhan yang begitu Maha Hebat pasti sanggup menolong kita sehingga kita bisa menanggung segala hal yang akan kita hadapi sekarang maupun nanti..
Sudah berapa banyak pertolongan ajaib yang Tuhan berikan pada kita? Coba ingat-ingat lagi kebesaran kuasa Tuhan di dalam hidup kita.. Masak kita tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menolong kita menghadapi segala perkara?
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Amsal 3:5
Percayalah kepada Tuhan apapun yang Tuhan mau untuk kita kerjakan.. Percayalah bahwa Tuhan pasti memberi kemampuan kepada kita untuk mengerjakan apa yang Tuhan mau.. Percayalah bahwa bersama Tuhan, pasti ada jalan keluar.. Percayalah kepada Tuhan... Jangan mengandalkan pengertian dan kemampuan kita sendiri... Hal yang baik atau buruk bisa terjadi dalam hidup kita, tetapi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan.. Semua terjadi bukan kebetulan dan Tuhan punya maksud yang baik untuk semua itu terjadi.. Percayalah kepada Tuhan..
 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Yeremia 29:11

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Pengkhotbah 3:11

 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Roma 8:28
Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan.. Terus hafalkan dan renungkan ayat-ayat Firman Tuhan maka kita tidak akan terpengaruh oleh pemikiran atau masalah yang ingin melemahkan iman kita..

Jesus bless you all..

*big thanks buat ko Andy yang sudah kasih masukan untuk renungan ini*